KATEGORI

Kamis, 11 Februari 2016

Bersyukur, bagaimanakah caranya?

Bersyukur memang hanya sebuah kata sederhana yang seringkali diucapkan olah banyak orang.  Tapi pertanyaanya apakah kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur? Tentu jawabannya hanya kita yang tau.  Bersyukur bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, karena pada dasarnya sifat manusia yang serakah selalu ingin mendapatkan lebih, lebih dan lebih.  Lalu bagaimana cara tiap orang bersyukur? Tiap orang pasti berbeda-beda. Dan saya memiliki cara tersendiri untuk bersyukur.
Saya bukanlah orang yang kaya raya yang bergelimangan harta, saya hidup dalam keluarga sederhana yang hampir semua serba pas-pasan.  Tapi dari hidup saya yang sederhana, saya banyak belajar tentang arti “bersyukur”.  Bersyukur tidak hanya apabila kita memperoleh hal-hal besar dan bernilai uang tinggi, banyak sekali peristiwa hidup ini yang memberikan saya pelajaran untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Sang Maha Pencipta.

Lalu bagaimana saya bersyukur? Banyak cara kawan-kawan, dan seringkali saya tersenyum sendiri apabila mengingatnya.  Saya masih ingat sekali salah satu syukur terbesar dalam hidup saya yakni masalah makanan.  Yah, makanan adalah hal yang paling saya syukuri.  Dulu ketika saya kecil hingga SMA, saya hanya bisa makan nasi Singkong, dan jarang sekali makan nasi dari padi, tapi sekarang saya bisa makan nasi sepuasnya.  Betapa murahnya Alloh SWT telah memberikan saya kenikmatan dalam nasi.  Lalu tempe, telur, ikan, daging ayam, dan daging sapi/kambing.  Dulu mereka adalah jenis makanan yang sangat “Istimewa” dalam keluarga.  Tempe kami makan hanya 1 hari dalam 1-2 minggu, itupun setiap makan hanya dapat satu potong ukuran sekitar 4cm x 5 cm, dan untuk menikmati tempe tersebut saya makan tidak menggunakan gigitan, tetapi saya makan tiap butir kedelainya agar bisa menikmati enaknya tempe goreng dalam waktu yang lama.  Sungguh sungguh memamng saya dulu hehehhe...  Lalu telur dan ikan, dua makanan ini sama saja dengan tempe, malah lebih jarang lagi kami makan.  Klo telur biasanya kami makan telur dari ayam kami yang bertelur, dan agar 2 butir telur cukup untuk 9 anggota keluarga, kami memcampurkan dengan banyak sekali tepung agar jadi banyak,,, alhasil,,, bukan telur goreng tapi tepung goreng hehehhehe.. Ayam, makanan ini jarang sekali Ibu memasak.  Hanya dua moment Ibu saya masak ayam, yaitu ketika lebaran idul fitri, dan si ayam sakit jadinya terpaksa dimasak, hehehe. Kalau daging kambing dan sapi malah mungkin setahun sekali, yaitu ketika hari raya idul fitri kami memakannya.


Dulu hidup saya memang menyedihkan soal makanan, tapi saya begitu bersyukur saat ini.  Karena Alloh telah mencukupkan rezeki bagi saya dan keluarga terkait makanan.  Meskipun tidak sering sekali tetapi jauh lebih baik daripada dulu.  Saya seringkali membahas dengan kakak-kakak bagaimana kehidupan dulu tentang susahnya makan makanan yang kami anggap istimewa, dan akhirnya kami tertawa dan tak lupa mengatakan “Alhamdulillah” atas rezeki sekarang.  Bersyukur itu banyak cara, ketika kita menghargai hal-hal kecil akan banyak jalan agar kita bisa bersyukur.  Banyak sebenarnya hal-hal yang membuat saya begitu bahagia saat ini, rasa bahagia saya karena sekarang saya memperoleh sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan ketika masih kecil, hal-hal yang senantiasa selalu membuat saya lebih bersyukur atas karunia Alloh SWT.  Mari senantiasa kita bersyukur dan semoga kita termasuk hamba-hamba yang sellau bersyukur Aamiin..

Abdul Mutolib Darin

Sabtu, 13 Juni 2015

SURAT CINTA UNTUK AIR ASIA, SEMOGA JAYA

Selamat sore Air Asia,, Perkenalkan saya Abdul Mutolib dari Padang Sumatera Barat Indonesia.  Sengaja saya menulis email ini sebagai bentuk ucapan terimakasih yang begitu besar kepada Air Asia yang telah begitu peduli terhadap penumpang.

Saya tidak memiliki motivasi apapun dalam menulis surat ini, tidak ada  satupun pihak dibelakang saya terkait penulisan surat ini.

Saya mengalami suatu kejadian yang benar-benar tidak bisa dilupakan ketika mengunjungi Chiang Mai dan Bangkok pada tanggal 2-9 Juni 2015.  Ini adalah perjalanan pertama saya keluar negeri, dan tentunya saya begitu senang.  Saya naik maskapai Air Asia dari Padang-Kuala Lumpur-Chiang Mai-Bangkok-Kuala Lumpur- Padang, ketika berada di bandara Don Muaeng Bangkok menuju Kuala Lumpur untuk pulang terjadi Insiden besar, yakni Tas Punggung kawan saya tertinggal.  Benar-benar kacau, dalam tas punggung kawan saya terdapat 2 laptop, berkas-berkas penting dan lainnya sehingga membuat panik kami semua.

Pada waktu itu posisi kami sudah didalam pesawat untuk terbang, kemudian kami menghubungi petugas bandara untuk mencari tas kawan saya.  Alhasil tas tersebut tertinggal di bagian X-ray dan petugas bandara mengatakan bahwa tas tersebut hanya bisa diambil sendiri oleh pemegang paspor.  Kami berusaha melobi agar tas tersebut dikirim lewat paket ke Indonesia tetapi pihak bandara tetap mengatakan bahwa prosedur yang ada tas tersebut harus diambil oleh pemilik Paspor.  Dengan berat hati akhirnya kami memutuskan bahwa kawan saya harus meninggalkan Penerbangan Air Asia  FD311 dari Bangkok menuju Kuala Lumpur menginap semalam untuk menunggu penerbangan selanjutnya.

Ketika kawan saya akan turun dari pesawat, pramugari maskapai Air Asia ternyata melarang kawan saya meninggalkan Pesawat karena keselamatan penumpang merupakan tanggung jawab penuh Air Asia.  Setelah itu akhirnya kami berdiskusi dengan Kru Pesawat bagaimana dengan solusi masalah tersebut, akhirnya pramugari menghubungi pilot dan menyampaikan masalah yang terjadi.  Sang Pilot dengan senyum akhirnya memutuskan untuk menunda penerbangan 0.5-1 jam demi menungga kawan saya mengambil tasnya di Bandara.  Saya benar-benar lega dan bahagia, Air Asia begitu pedulu dengan penumpangnya, dan rela dicaci penumopang satu pesawat demi mengatasi masalah kawan saya.  Saya begitu bersyukur bahwa kawan saya tidak jadi menunggu di Bandara dan menunggu sampai besok untuk mendapat penerbangan selanjutnya.  Karena biar bagaimanapun kawan saya seorang perempuan yang baru pertama kali ke Luar negeri, ditambah tidak menguasai bahasa Thailand.

Akhirnya, setelah menunggu lebih dari setengah jam dari Jadwal semula,  pesawat kami berangkat dari Bangkok dan sampai Kuala Lumpur dengan Selamat. Di Bandara KLIA saya melihat penumpang yang sedang menunggu pesawat Air Asia Penerbangan KL-Bangkok  yang delay karena insiden kawan saya.   Saya begitu malu dan merasa bersalah, tetapi yang namanya lupa tidak ada yang bisa memperediksi.   Semoga ini menjadi yang pertama dan terakhir bagi kami.   Terimakasih Air Asia, atas dedikasinya dan pengorbanannya terhadap penumpang.  Semoga semakin maju dan jaya. 



ABDUL MUTOLIB

Rabu, 25 Maret 2015

Fasilitas Beasiswa PMDSU

Setelah saya posting tentang tatacara dan syarat Beasiswa PMDSU, saya baru ingat belum menejelaskan apa fasilitas yang diperoleh dari beasiswa ini.

Beasiswa PMDSU ini beasiswa yang bisa dikatakan spesial dari Pemerintah/Dikti.  Beasiswa ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah lulusan Doktor muda yang memiliki kualitas Unggulan.  Lamanya beasiswa ini 4 tahun, yang mencakup pendidikan Master+Doktoral.  Lalu apa fasilitas yang diperoleh dari beasiswa ini???

1. Biaya SPP selama 4 Tahun
2. Biaya Riset selama 3 tahun (pertahun 60juta)
3. Biaya Publikasi Internasional
4. Biaya Seminar Nasional/Internasional
5. Biaya Sandwich ke salah satu negara (3-6 bulan)
6. Biaya hidup (perbulan 3.75 juta)

Yang perlu diingat buat kawan2 yang akan mendaftar, beasiswa ini bukanlah beasiswa ikatan dinas, tetapi setelah lulus harus bersedia mengabdi sebagai Dosen.  Jadi sebelum mendaftar pikirkan baik2 ya, jangan sampai menyesal.  Karena jika kita mengundurkan diri ditengah jalan akan didenda sebanyak dua kali lipat dari uang beasiswa yang telah kita terima. Semoga membatu

Salam

Abdul Mutolib

Syarat dan Tata Cara mendaftar Beasiswa PMDSU

Assalamualaikum WR WB.

Kali ini saya akan share tentang apa sebenarnya syarat yang diperlukan untuk mendaftar beasiswa PMDSU.  Saya akan menceritakan pengalaman saya di Batch 1 dan sepertinya tdak akan ada perubahan dalam mekanisme pendaftaran.  Saya juga memohon maaf jika email kawan yang masuk tidak saya balas, karena begitu banyak email yang masuk dan dengan pertanyaan yang hampir mirip, saya rasa postingan saya kali ini sudah cukup menjawab pertanyaan dan kebingungan teman2 yang akan mendaftar di Batch 2.

Syarat beasiswa PMDSU
1.    Lulusan dari kampus terakreditasi
2.    Fresh graduated (maksimal 2 tahun)
3.    IPK Minimal 3.50
4.    Toefl
5.    Jurusan dan bidang riset sama dengan Promotor

Diatas adalah gambaran umum syarat mendaftar Beasiswa PMDSU.  Sebenarnya syarat yang utama adalah Jurusan dan Riset yang sesuai antara mahasiswa dan promotor.  Pengalaman di tahun 2013/Batch 1, banyak yang ditolak karena meskipun jurusannya sama tetapi bidang risetnya berbeda.  Untuk itulah sebisa mungkin sesuaikan rencana riset dengan bidang Promotor.  Misal ditahun Batch 1 ada mahasiswa Peternakan yang risetnya tentang Sapi, padahal Promotor risetnya tentang unggas, sehingga mahasiswa tersebut ditolak.  Untuk itulah kawan2 harus jeli memilih Promotor yang memang sesuai dengan bidang ilmu kita di S1.  Tetapi tidak semua seperti itu, Riset saya S1 tentang CSR dan Riset Promotor saya tentang Forestry, akhirnya saya diterima.  Karena seperti yang saya sering bilang bahwa dalam PMDSU semua tergantung Promotor, Promotor Memiliki Hak Istimewa untuk menentukan diterima atau tidaknya mahasiswa.

Kemudia bagaimana syarat yang lain (IPK, Toefl, tahun lulusan. dll)??? Yang saya tulis adalah persyaratan umum, lagi-lagi Promotor mempunyai kebijakan untuk menerima mahasiswa dengan IPK dan TOEFL tertentu.  Tetapi IPK yang paling kecil diterima adalah 3.25.

Mekanisme Pendaftaran PMDSU
Ada beberapa mekanisme yang harus dilengkapi dalam pendaftaran beasiswa PMDSU.
1.    Mendaftar di Website Dikti (hanya 1 kali kesempatan mendaftar, jadi harus benar-benar pasti siapa promotor yang akan dipilih).
2.    Mendaftar ke PPS Penyelenggara dengan menyertakan Formulir pendaftaran PMDSU
3.    Menghubungi Promotor.

Sebenarnya untuk yang nomor 3 merupakan hal yang conditional, tetapi menurut saya itu yang terpenting dalam proses pendaftaran Beasiswa PMDSU, mengapa demikian???? Sebelum mendaftar di website Dikti hendaklah menajdlin komunikasi dengan Promotor, untuk menanyakan kesediaan menerima mahasiswa dari luar kampus, apa syarat yang harus dilengkapi, rencana riset Promotor, dan lainnya tentang PMDSU.  Dari pengalaman Batch 1 ada Promotor yang tidak mau menerima mahasiswa Calon PMDSU dari luar Kampusnya.  Jadi menjalin komunikasi sebelum mendafatar menurut saya merupakan kunci utama dalam pendaftaran beasiswa ini.  Karena ketika satu promotor tidak bersedia menerima mahasiswa dari luar kampusnya atau berbeda riset, masih ada kemungkinan untuk mencari Promotor lain.  Tapi yang perlu diingat adalah, tatacara komunikasi, pilihan kata dan kesopanan dalam mengirim email/pesan, jangan sampai karena hal sepele menjadikan kita gagal.  Menulis email adalah hal yang gampang, tetapi menulis kalimat yang tepat bukanlah hal yang mudah.

Pertanyaan lain, bagaimanakah kita mengetahui nama2 promotor??? Nama-nama promotor tahun 2013 memang tidak diumumkan secara langsung, tetapi ketika pendaftaran di Website Dikti kita bisa melihat siapa saja Promotor yang lolos.  Waktu pendaftaran sekitar 2 bulan jadi dalam waktu tersebut kita bisa mencari informasi tentang Promotor.

Yang jelas tahun Bacth 2 akan lebih banyak Menerima mahasiswa PMDSU.  Tahun ini ada sekitar 50 Promotor dari 8 kampus yang saya sebutkan dipostingan berikutnya.  Untuk jurusan antara lain Peternakan, Pertanian, Kelautan, Kedokteran hewan, Teknik, Mipa, Kedokteran, Farmasi, FKIP, Ekonomi, Teknik Pertanian, Kehutanan.

Demikian Informasi singkat yang bisa saya sampaikan terkait beasiswa PMDSU.  Semoga bisa membantu, jika masih ada yang mengganjal boleh bertanya lewat email,,, terimakasih


Abdul Mutolib
amutolib24@yahoo.com

Kamis, 26 Februari 2015

Informasi Beasiswa PMDSU 2015

Assalamualaikum wr wb

Hallo teman2 semua yang baru akan baca Blog sya, saya mau share sedikit nih tentang beasiswa PMDSU (kalau teman2 belum tau PMDSU baca postingan saya yang sebelumnya ya).

Beasiswa PMDSU (Program Magister Menuju Doktor Sarjana Unggul) atau lebih mudahnya adalah beasiswa lulusan S1 langsung ke S3 memang baru dibuka tahun 2013, beasiswa ini baru memiliki satu angkatan.  Angkatan I PMDSU berada di 6 kampus yang telah lulus kualifikasi dari Dikti yaitu ITB, IPB, ITS, UGM, UI dan UNAND.   Dan sesuai peraturan Dikti beasiswa PMDSU hanya dibuka setiap 2 tahun, dan 2015 ini akan dibuka pendaftarannya untuk mahasiswa.

Penasaran gk kampus mana yang lolos PMDSU 2015 (Batch II)??? Langsung aja saya kasih Bocorannya ya, tapi sebenarnya informasi resmi dari Dikti belum dibuka, jadi saya dapat informasi dari beberapa sumber yang Insya Allah terpercaya,, dan inilah kampus terpilih penyelenggara PMDSU 2015

1. ITB
2. ITB
3. ITS
4. UNDIP
5. UNAIR
6. UNAND
7. UNSRI
8. USU

Yupp,, tahun 2015 ada 8 kampus yang menjadi penyelenggara beasiswa PMDSU.  Tapi pertanyaan Siapa Promotor (beasiswa ini berbasis promotor, jadi kita mengikuti arahan langsung dari Promotor yang telah dipilih Dikti selama menjalani PMDSU) yang lolos dan apa jurusan yang bisa menfaftar??
Untuk informasi yang satu ini belum dipublish Dikti,  jadi tidak bisa dipastikan  siapa2 Promotor yang lolos seleksi, reancananya bulan maret/april sudah dipublish kok, jadi siap2 aja.

Tapi saya ada sedikit bocoran nih tentang Promotor yang lolos, simak ya....!!!.   USU baru tahun 2015 ini menjadi penyelenggara PMDSU, di Batch II ini , USU meloloskan 2 Promotor dari Prodi KIMIA (Selamat ya buat kamu yang mahasiswa Kimia, kamu bisa daftar dan punya kesempatan) hehehhehe. Next.... UNDIP, sama seperti USU, tahun ini UNDIP baru menjadi penyelenggara PMDSU, dan ada 4 Promotor yang lolos yaitu dari Prodi PETERNAKAN dan Manajemen Sumberdaya Pantai,, selamatt yaa mahasiswa 2 jurusan ini, kalian bisa mendaftar nih,,,
Selanjutnya UNAND baru diketahui ada 4 Promotor yg lolos, bisa jadi lebih dari 4 Promotor, dan 4 Promotor ini semua dari Prodi PETERNAKAN,,,,, Selamat juga buat mahasiswa jurusan ini.

Sekian dulu informasi dari saya tentang Beasiswa PMDSU Batch II tahun 2015, kalau ada info baru nanti bakal saya share deh, and klo mau tanya2 tentang beasiswa ini bisa kirim pesan di E-mail atau FB,,, Sekian ya

Abdul Mutolib Darin
PMDSU Batch I
e-mail: amutolib24@yahoo.com

Rabu, 26 Maret 2014

Mimpi dari Desa, Menjadi Doktor di Usia Muda



Banyak orang yang menganggap jika kuliah itu mahal, kuliah hanya untuk orang kaya, dan orang desa tidak akan bisa kuliah. Itulah yang saya dengar dari omongan orang-orang desa tentang kuliah, tetapi saya sudah terlanjur mencintai belajar dan saya sudah bertekad akan melanjutkan pendidikan hingga jenjang tertinggi. 

Saya Berasal Dari Desa Enggalrejo Adiluwih Kabupaten Pringsewu Lampung, saya lahir Tanggal 25 Januari 1992 dan merupakan anak ke 5 dari 7 bersaudara. Saya menempuh pendidikan di SMA N 1 Adiluwih Pringsewu tahun 2006.  Ketika mendengar nama SMA tempat saya sekolah, banyak orang yang memandang sebelah mata. Sekolah saya memang bukan sekolah bagus, fasilitas yang ada pun begitu sederhana, tidak ada laboratorium IPA, komputer yang hampir semua rusak, perpustakaan berukuran 2×4 meter, dan kebanyakan siswa yang sekolah adalah siswa tidak diterima di sekolah negeri yang labih bagus dari SMA kami, ditambah ketika kelulusan ditahun 2009 lebih dari 50 orang siswa tidak lulus, sehingga penilaian masyarakat tambah buruk terhadap sekolah saya. Terlepas dari semua kondisi diatas saya begitu mencintai sekolah ini, bahkan semangat yang begitu besar saya peroleh dari keterbatasan di sekolah saya. Begitu besarnya keinginan untuk kuliah menuntun saya untuk mendaftar di Universitas Lampung (Unila). Saya bersama beberapa teman saya mendaftar melalui jalur undangan, tetapi tidak ada satupun yang diterima. Saya akhirnya kembali mencoba mendaftar melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) bersama  teman saya, tetapi hanya saya yang beruntung masuk di Unila, saya diterima di Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian (Faperta).

Setelah saya lulus SNMPTN saya meminta izin kepada orang tua untuk kuliah tetapi orang tua  saya tidak setuju, mereka takut jika biaya kuliah mahal dan orangtua saya yang bekerja sebagai petani kecil ragu apakah bisa membiayai atau tidak.  Tetapi saya sudah bertekad dan saya berjanji saya tidak akan meminta uang yang memberatkan orang tua,  dan uang tambahan sendiri untuk membiayai kuliah.  Alhamdulillah ketika diawal kuliah saya mempunyai tabungan untuk membayar biaya daftar ulang dan ternyata Alloh memberikan jalan kepada saya melalui beasisiswa, saya selalu mendapatkan beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) dari awal masuk kuliah hingga semester akhir.  

Saya bukanlah mahasiswa yang pintar, saya termasuk mahasiswa biasa dari segi kecerdasan dan kepandaian, tetapi saya juga bukan mahasiswa yang pasrah dengan keadaan,  kelebihan saya adalah semangat dan motivasi yang tinggi untuk belajr. Pada awal kuliah saya mendapat IP 2. 83 dan 2.74, IP yang termasuk kecil bagi saya, saya sempat patah semangat mendapat IP tersebut apalagi jika membayangkan wajah ibu bapak saya yang tiap hari bekerja di kebun demi membesarkan anak-anaknya, saya merasa bersalah jika tidak bisa berhasil dalam kuliah, akhirnya saya berhasil bangkit di semester berikutnya dengan hampir selalu mendapatkan IP diatas 3.75, bahkan saya bisa menjadi salah lulusan pertama di Faperta Unila angkatan 2009.  Saya menyelesaikan jenjang S1 saya pada 27 februari 2013 dengan masa studi 3.49 dan IPK 3.60, selain itu saya juga menjadi Wisudawan terbaik ke 2 Faperta Unila.

Selama kuliah saya aktif dalam beberapa organisasi didalam kampus, selain itu saya juga aktif mengikuti lomba karya tulis di beberapa kampus di Indonesia dan berhasil meraih beberapa gelar juara.   Selain organisasi didalam kampus dan lomba karya tulis saya juga menjadi aktif menjadi Asisten Dosen dari semester 4 hingga semester 8 di beberapa jurusa Fakultas Pertanian Unila.

Saya memiliki dua sahabat yang luar biasa, kami mempunyai mimpi yang begitu besar untuk bisa melanjutkan pendidikan sampai jenjang S2-S3, bahkan kami juga bermimpi untuk pergi kuliah di Luar negeri, dua sahabat saya yaitu Ali Rahmat dan Asep Surahman. Kami bertiga adalah mahasiswa nekat yang memiliki TOEFL pas-pasan, prestasi standar, dan tidak memiliki sesuatu yang istimewa, tetapi mimpi kami untuk melanjutkan sekolah di jenjang S2-S3 bahkan di luar negeri selalu membara dalam jiwa. Untuk mewujudkan impian tersebut kami mencoba mendaftar beberapa macam beasiswa,  akhirnya sahabat saya Ali Rahmat diterima di Gifu University Jepang dengan jalur beasiswa, Asep Surahman yang terhambat kelulusan akhirnya harus menunda mimpinya hingga tahun depan.  Dan saya mencoba mendaftar beasiswa ke Turki, Russia dan Korea, selain itu saya mendaftar beasiswa BPPDN (Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri) Calon Dosen IPB, dan beasiswa PDSU (Program Doktor Sarjana Unggul) Universitas Andalas yang semuanya ditahun 2013. 

Setelah mengirim berkas dan melalui serangkaian tes akhirnya satu persatu pengumuman beasiswa keluar. Yang pertama di awal Bulan Mei tahun 2013 pengumuman Beasiswa Turki hasilnya saya ditolak, kemudian akhir bulan Mei pengumuman beasiswa Pemerintah Korea, hasilnya sama saja saya ditolak lagi. Di bulan Juni-Juli saya mencoba peruntungan tes di beberapa perusahaan termasuk Bank Indonesia dan hasilnya masih sama, Saya ditolak lagi!!!. Saya mulai khawatir jika tidak ada beasiswa yang mau menerima saya, saya pun sudah pasrah dan siap menerima hasil terburuk  jika nantinya tidak diterima satupun beasiswa yang saya nantikan. Akhirnya pada pertengahan Agustus 2013 Beasiswa Russia diumumkan, Alhamdulillah saya diterima di National Research Tomsk Polytechnic University di Jurusan Ecology and Management Natural Resources, kemudian akhir Agustus pengumuman hasil seleksi Beasiswa BPPDN Calon Dosen IPB, saya juga diterima di Jurusan Komunikasi Pembangunan Pertanian Fakultas Ekologi Manusia IPB, serta di akhir September pengumuman beasiswa PDSU Andalas, saya diterima di Jurusan Integrated Natural Resources Management.  Syukur Alhamdulillah, kuasa Alloh begitu besar bagi saya hamba yang mau berusaha, saya diterima tiga beasiswa sekaligus!!

Awalnya hawatir jika tidak diterima satupun beasiswa yang saya ajukan, sekarang sebaliknya saya bingung memilih yang mana. Setelah saya pertimbangkan masak-masak akhirnya pilihan saya ialah Beasiswa Pemerintah Federasi Russia. Kemudian saya meminta izin kepada orang tua untuk kuliah di Russia, tetapi jawaban yang dapatkan begitu mengejutkan, orang tua saya melarang keras saya kuliah di Russia bahkan sampai marah besar, dan akhirnya dengan berat hati saya merelakan untuk melepas Beasiswa Russia. Kemudian saya kembali mempertimbangkan antara IPB dan Universitas Andalas, setelah melalui banyak pertimbangan akhirnya saya memilih Universitas Andalas Padang meskipun pada waktu itu saya sudah menjalani proses perkuliahan di IPB selama satu Bulan.

Saya memilih Universitas Andalas Padang dengan pertimbangan Program Beasiswa PDSU Dikti merupakan Program Beasiswa untuk Sarjana Unggul yang telah menyelesaikan pendidikan S1 dengan IPK minimal 3.50 dan memiliki kemampuan akademik sangat baik sehingga dapat melanjutkan pendidikan langsung ke Jenjang S3/Doktoral tanpa melalui jenjang S2/Master, sehingga nantinya bisa memperoleh gelar Doktor di usia kurang dari 27, lama program beasiswa ini adalah 4 tahun, dan untuk tahun ini hanya sekitar 40 orang mahasiswa S1 yang diterima program beasiswa ini. Selain itu beasiswa ini juga mencakup Program Sandwich keluar negeri selama 1 semester, dan berkesempatan mengikuti konferensi internasional. Selain itu program ini juga mewajibkan output berupa beberapa jurnal standar internasional, hal inilah yang menjadi alasan saya untuk memilih Beasiswa PDSU Universitas Andalas dan  Insya Alloh jika studi saya lancar dan tepat waktu saya akan bisa memperoleh gelar Doktor diusia 25 tahun.   Terbukanya kesempatan kuliah keluar negeri juga menjadi salah satu pertimbangan utama untuk mengobati kekecewaan saya karena gagal melanjutkan studi ke LN.

Pada hakikatnya hidup adalah perjuangan, perjuangan meraih cita-cita, mimpi dan harapan.  Jangan pernah takut untuk bermimpi karena kesuksesan diawali dari mimpi-mimpi kita. Saya sudah membuktikan bahwa biaya dan kondisi lingkungan tidak menjadi masalah untuk sukses, yang menjadi masalah adalah apakah orang tersebut memiliki semangat dan motivasi  untuk sukses atau tidak.   Mari kita bermimpi setinggi mungkin, karena sukses berawal dari mimpi.!!!

Abdul Mutolib

Mau Kuliah S2? Simak Nih Infonya…!!



Pernahkah teman-teman semua yang saat ini sedang menempuh S1 memikirkan bagaimana caranya mendapat beasiswa  jenjang Magister? Kalau belum ayooo mulai di pikirkandari sekarang apakah habis S1 mau langsung kerja atau mau melanjutkan kuliah lagi, biar nantinya habis lulus kita tidak menjadi bingung dan akhirnya tegambuyyy dehh (Bahasa Lampung = tidak jelas tujuan hidupnya) ..!!!

Langsung aja deh, bagi kamu yang sekarang sedang menempuh S1 dan ingin melanjutkan kuliah kejenjang S2 baik dalam negeri atau luar negeri saya akan bagikan beberapa informasi yang semoga bisa membantu.  Untuk kali ini saya akan sebutkan beberapa nama beasiswa yang ada beserta penjelasan singkatnya, lain waktu jika ada kesempatan saya akan tulis secara detail tentang informasi, syarat pendaftaran, waktu pendaftaran dan cara aplikasinya.  Ohh ya, yang paling penting info yang saya bagikan itu berdasarkan pengalaman pribadi saya mendaftar beasiswa atau setidaknya saya mengetahui secara rinci tentang beasisswa ini, jadi saya sedikit banyak tau masalah dan apa syarat mendaftarnya.  

Langsung aja deh, beberapa beasisiswa magister yang bisa kamu manfaatkan, ingatt yaa syarat utamanya IPK 3.00, Syarat lainnya relatif bisa dipenuhi oleh hampir semua mahasiswa.
1.    Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPPDN), beasisswa ini ada ikatan dinas dengan Dikti untuk mengabdi menjadi dosen, ada jenjang S2/S3.
2.    Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN), beasisswa ini ada ikatan dinas dengan Dikti untuk mengabdi menjadi dosen, ada jenjang S2/S3.
3.    Beasiswa Unggulan (BU) Kemendiknas, ada jenjang S2/S3, Baik dalam dan luar negeri.
4.    Beasiswa Lembaga Pengelolaan dana Pendidikan(LPDP) Kemenkeu, ada jenjang S2/S3 dalam dan luar negeri , Beasiswa Tesis dan Desertasi. 
5.    Beasiswa Pemerintah Federasi Russia, Jenjang S2/S3 (saya diterima di National Research Tomsk Polytechnic University, sayang sama Ibu saya  tidak dikasih izin berangkat hehehhe).
6.    Korean Government Development Program (KGSP), ada jenjang S2/S3.  Beasisswa ini lumayan besar nominalnya.  Sayang saya gagal lolos tes terakhir (ada 3-4 tahapan tes).
7.    Turkiye Burslari Scholarship (TBS) untuk jenjang S2/S3, saya juga gagal dapat beasiswa ini.  Ternyata yang daftar pertahun ratusan ribu orang, hehehhe.
8.    Beasiswa PMDSU (Program Menuju Doktor Sarjana Unggul), ini program baru dari pemerintah Indonesia nih, yaitu kuliah S3 tanpa melalui jenjang S2, Syaratnya lumayan susah sih, tapi kalian jangan khawatir saya aja bisa diterima kok. Besisswa ini paket lengkap banget.. (baca postingan saya yang berjudul : Mimpi dari Desa, Menjadi Doktor di Usia Muda).

Itu beberapa beasiswa yang saya tau dan pernah daftar, sebenarnya masih banyak beasiswa lain yang saya tau, tetapi saya belum pernah apply beasiswa tersebut, contohnya beasiswa Master/Doctoral di Asian Institute Technology Thailand, Beasisswa China Government, Beasiswa ke Jepang dan lainnya. Oh ya sebagai syarat pendukung akan lebih baik kamu mempunyai sertifikat TOEFL yang skor minimalnya 500, pasti akan sangat berguna.

Sepertinya itu yang bisa saya bagi buat teman-teman, jika memang ada yang berminat boleh deh konfirmasi ke saya, Insya Alloh akan saya bantu sebisa mungkin.  Semoga artikel saya bermanfaat aminn.

Penulis:
Abdul Mutolib Darin
Email : amutolib24@yahoo.com